Showing posts with label DPP IMM. Show all posts
Showing posts with label DPP IMM. Show all posts

Monday, 2 November 2015

Hidayat Nurwahid Ajak IMM Bangun Kesadaran Kolektivitas Majukan Bangsa

Redaksi     21:46    
Hidayat Nurwahid mengisi Seminar Tanwir XXVI IMM
Manado -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nurwahid manyambangi Arena Tanwir XXVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Balai Diklat Keagamaan Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu petang lalu, (31/10). 

Kehadiran Hidayat dalam rangka mengisi seminar kebangsaan sebagai rangkaian dari acara Tanwir. Diawali dengan pengantar dari Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Abd Rahman To Manurung selaku moderator, seminar yang mengangkat tema ‘Menumbuhkan kesadaran kolektif menuju Indonesia berkemajuan’, diarahkan untuk meneropong bangsa Indonesia yang dalam pandangan IMM telah melenceng dari kiblatnya, sehingga membutuhkan kolektifitas dalam meluruskannya.

Rahman mengutarakan, bahwa tema luruskan kiblat bangsa IMM sesungguhnya adalah hasil pembacaan dan kajian mendalam IMM terhadap persoalan yang tengah melanda negeri ini. “Sederet masalah mulai dari kepemimpinan yang tanpa arah, asap yang mengepung negeri, ekonomi yang kian berpihak pada kapitalisme, dan masih banyak lagi adalah gambaran dasar negeri ini disaat ini,” bebernya.

Kesempatan pun langsung diberikan kepada Hidayat Nurwahid. Dalam pemaparannya, ia mengaku apresitif dengan tema yang di perjuangan IMM untuk meluruskan kiblat bangsa.

Selanjutnya, ia melanjutkan pembicaraan dengan menunjukkan data yang disadurnya dari harian Koran Kompas tentang survei pemuda dan orientasinya, baik itu dalam konteks politik, pancasila, persatuan bangsa,dan penegakan hukum, yang menurut survei itu secara umum mengalami penurunan. “Yang mengalami peningkatan hanya pada bidang olahraga,” tambanhya.

Ia melanjutkan, bahwa dari data itu pula kesimpulan survei menunjukkan kecenderungan kaum muda Indonesia saat ini adalah kecenderungan individualis. Iapun mengungkapkan kekewatirannya akan hal tersebut. “Ini memicu pada berkembangnya pula narkoba, pergaulan bebas, amoralitas serta meningkatnya kriminilitas di kalangan muda,” tegasnya.

Dari data tersebut, kata Hidayat, menunjukkan bahwa memang banyak hal yang perlu dicermati oleh kalangan muda intelektual khususnya IMM. “Disinilah kesadaran kolektifitas itu perlu ditumbuhkan,” tandasnya.

Terkait gaung IMM, luruskan kiblat bangsa, ia menilai hal itu merupakan bagian dari IMM untuk memajukan Indonesia. (Kasri Riswadi)

Friday, 30 October 2015

Tanwir IMM dan Misi Luruskan Kiblat Bangsa

Redaksi     21:40    
Pembukaan TANWIR XXVI IMM di Manado
Manado - Tanwir ke XXVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) secara resmi telah dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir, di Manado Icon Kota Manado, 29 Oktober 2015, kemarin. Selanjutnya sidang tanwir akan dilangsungkan di Balai Diklat Keagamaan Kota Manado, dari tanggal 29-31 Oktober 2015.

Bagi IMM, Tanwir yang merupakan forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini, akan menjadi ajang konsolidasi dalam merancang gerakan dan peran strategis IMM ke depan. Apalagi Tanwir kali ini juga bertepatan dengan momentum hari sumpah pemuda yang sekaligus menjadi ajang IMM dalam menunjukkan komitmen kepemudaan untuk memajukan bangsa dan negara yang kini tengah terombang ambing dibawah kepemimpinan Jokowi-JK.

Melalui tanwir ini pula, harapan untuk memajukan bangsa dan negara yang lebih baik dan maju dituangkan IMM melalui sebuah gagasan dan gerakan yang gaungkannya dengan tagline luruskan kiblat bangsa demi Indonesia berkemajuan. 

Gagasan ini secara historis bukanlah hal yang baru, mengingat bahwa wacana pelurusan kiblat adalah sebuah tindakan visioner yang pernah di pelopori sang pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan di zamannya, ia melakukan pelurusan kiblat atau arah Shalat pada masjid-masjid.

Pada kesempatan lain, gerakan pelurusan kiblat yang dulu dilakukan kiai Dahlan sangatlah menginspirasi, maka IMM sebagai kaum intelektual Muhammadiyah mencoba melakukan duplikasisasi gerakan dengan kasus dan metodologi yang berbeda dengan Kiai Dahlan terdahulu. IMM memunculkan diskursus bertema kebangsaan yang kekiniaan untuk di kompilasikan terhadap gerakan yang dilakukan Kiai Dahlan terdahulu dalam pelurusan kiblat, dan hal ini ternyata relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang kian menyimpang dari yang dicita-citakan.

Akhirnya, Tanwir yang merupakan momentum konsolidasi gerakan, organisasi dan perkaderan, dirasa penting bagi kami IMM untuk mengusung tema besar “Luruskan Kiblat Bangsa Demi Indonesia Berkemajuan” sebagai pengejawantah dari historitas pendiri Muhammadiyah dan kondisi kekiniaan kebangsaan. (kasri).


Monday, 19 October 2015

DPP IMM Berangkatkan Kadernya Ke Beijing-China

Redaksi     12:28    
Kader IMM
Jakarta -Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Melepas keberangkatan kadernya ke Beijing untuk mengikuti “International Youth Organization forum & Beijing sister City Yothh camp”. Mereka adalah Nasrullhaq dari DPD IMM Sulsel, Virda sari dari DPD IMM Jawa Timur, Eka Pitra Sekretaris hubungan Luar negeri DPP IMM, pemenang Lomba Da’i dan Da’iah Gebyar Ramadan DPP IMM Ardiyansyah dari IMM Ciputat dan Nabila Harahap Dari Korkom FKIP UHAMKA Jakarta.

Ketua umum DPP IMM (Beni Pramula) dalam sambutan pada saat seremonial pelepasan 5 orang kadernya di Sekretariat DPP IMM Menteng Raya 62 Jakarta. Menyampaikan, agar kader-kadernya menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dinegeri China, sebab tidak semua pemuda mendapatkan kesempatan seperti ini. “Kalian beruntung Adik-adik, diluar sana, ada ribuan orang yang mengantri untuk mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri, seperti pepatah yang mengatakan “Tuntutlah ilmu meskipun harus sampai ke Negeri China”. Itu artinya banyak hal yang dapat adinda semua pelajari di China. ilmu pengetahuan, kebudayaan, tekhnologi,dan tentu saja banyak ilmu yang dapat kalian bawa ke tanah air ketika kembali, dan kalian adalah kategori kader yang mendapatkan rezeki dari pepatah itu, maka Jangan sia-siakan kesempatan ini, tidak mudah untuk mendapatkannya, pesan saya jangan tinggalkan shalat, berikan yang terbaik, jadikan ini batu loncatan untuk mempreroleh kesempatan belajar kenegara-negara lainnya di seluruh penjuru dunia ini.

Ela Nofitasari Ketua Bidang Hubungan Luar negeri DPP IMM mengatakan “Acara International Organization Youth forum ini adalah bentuk kerja sama antara organisasi kepemudaan dunia yang akan mendiskusikan perihal keterlibatan pemuda dalam bidang hukum dan pemerintahan kota, undang-undang tentang kepemudaan, perlindungan hah-hak pemuda dan pencegahan kejahatan. harapan kita dengan mengikuti, acara ini dapat meningkatkan kerjasama dengan organisasi pemuda dunia lainnya, hal ini juga momentum bagi kader IMM untuk tidak hanya menyikapi kondisi internal dan permasalahan umat dalam cakupan nasional. Tapi ke depan, IMM harus segera menjelma menjadi bagian dari warga dunia. Sudah saatnya bagi IMM untuk bertindak global, berwawasan internasional, dan mengembangkan kiprah dan memberi manfaat untuk kemanusiaan yang lebih luas. Jelasnya.

Selain itu,DPP IMM juga Sudah Mendirikan pimpinan cabang istimewa IMM di China, yang di ketuai oleh Immawan Wildan Nabil Afkar yang sekarang adalah mahasiwa program Beasiswa di Wuhan University of Technology (School of Foreign Languages / Chinese 2015). Salah satu kader terbaik asal Tlogowungu. Kabupaten Pati Jawa tengah yang saat ini hafal 10 juz Al-Qur’an. Wildan mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Hubei university of Chinese Medichine 2015-2020. Wildan yang mendapatkan beasiswa diChina kami beri tugas untuk mempersiapkan pendirian Cabang Istimewah IMM disana untuk memperluas ekspansi dakwah Ikatan mahasiswa Muhammadiyah. Jelas immawati Ela.


Monday, 29 April 2013

KONFLIK IMM vs PKS

Redaksi     08:00    
http://statis.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/02/audiensi-imm-dgn-fpks.jpg

Foto: ( sumber:www.dakwatuna.com)

PKS selaku Partai Islam membuka diri bagi seluruh aktivis muda Muhammadiyah jika tertarik untuk bergabung dan bersama memperjuangkan nilai-nilai Islam di Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid saat menerima Audiensi Pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di DPR, sebagai mana dimuat dakwatuna.com Rabu (20/2) Baca:

http://www.dakwatuna.com/2013/02/28107/pks-membuka-diri-untuk-aktivis-muda-muhammadiyah/ 
Pernyataan ini sangat disayangkan karena apa yang dilakukan IMM selama ini adalah  untuk kepentingan memperjuangkan nilai-nilai  islam dan l Ikatan mahasiswa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar, ma’ruf nahi munkar sebagai mana yang dilakukan oleh Persyarikatan muhammadiyah, kalau  ingin menegakkan nilai-nilai keislaman tidak mesti bergabung dengan partai politik berbasis islam saja  karena apa yang kita lihat selama ini Partai berbasis islam seperti PKS ini  hanya mamanfaatkan islam untuk kepentingan politik bahkan tidak jarang mereka berkonflik dengan kelompok islam lainnya  bahkan yang lebih miris lagi ada beberapa kader PKS yang memanfaatkan Fasilitas Ormas Islam lewat   Amal Usahanya seperti kampus,sekolah,masjid dan Rumah sakit milik   persayrikatan muhammadiyah untuk kepentingan politik  mereka sendiri , hal seperti ini sangat merugikan muhammadiyah secara Organisasi.
Oleh karena itu  sekjend DPP IMM menilai  menilai perlu ada tanggapan terkait pernyataan Hidayat Nurwahid untuk merangkul angkatan muda muhammadiyah jangan sampai ini hanya sekedar  basa-basi semata  dan memanfatkan Kader  Muhammadiyah   untuk meraih simpati   publik   dalam Rangka  memperbaiki citra PKS yang sedang terpuruk akibat kasus yang menimpa mantan presiden PKS Luthfy Hasan Ishaq yang telah mencoreng citra islam ahir-ahir ini .
Namun setelah satu hari berselang ternyata Hidayat Nurwahid tertipu oleh beberapa Oknum yang mengatasnamakan DPP IMM sebagaimana diberitakan di :
Dan harus ada penegasan bahwa Ikatan mahasiswa Muhammadiyah secara Institusi tidak berafiliasi terhadap partai politik manapun dan memberikan kebebasan kepada Alumninya  untuk bergabung dengan partai yang cocok asal tidak menggiring organisasi keranah politik praktis,  Meski demikian jika Ada tokoh partai politik manapun yang bersedia hadir dalam acara-acara DPP IMM seperti Rakornas yang akan dilaksanakan di Bali pada tenggal 1-3 maret nanti kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka.
FAHMAN HABIBI
Untuk Indonesia yang Lebih Baik

© 2011- | Haba IMM Banda Aceh.
Designed by