Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Sunday, 8 November 2015

Gempa 6.0 SR Guncangkan Aceh

Redaksi     23:53    
Screenshot Haba IMM Banda Aceh
Banda Aceh - Gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR) melanda Provinsi Aceh, Minggu (8/11/2015) pukul 23.47 WIB. Gempa di antaranya dirasakan warga Banda Aceh dan sekitarnya.

"Terasa goyangannya beberapa menit di sini tapi tidak ini sudah normal," kata Fanny (23), warga Punge Blang Cut, Banda Aceh

Pantauan di Banda Aceh, gempa ini tidak sampai mengganggu aktivitas warga. namun demikian juga tidak tertutup kemungkian warga merasa khawatir.

Menurut Informasi dari situs resmi Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika mencatat gempa berkedalaman 103 kilometer ini, berpusat di Barat Laut Indonesia tepatnya di lokasi 6,78 LU - 94,70 BT. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. [Pjm]

Singkil Tertinggal dan Termiskin di Aceh

Redaksi     17:51    
Potret Kemiskinan
SINGKIL - Aceh Singkil merupakan satu-satunya kabupaten termiskin dan tertinggal di Provinsi Aceh. Hal itu, disampaikan Bupati Aceh Singkil, Safriadi, saat membuka muswarah besar III Forum Alumni Pesantren Darul Muta'alimin (Fapdamin) Tanah Merah, Minggu (8/11/2015).

Menurut Bupati, pernyataan sebagai kabupaten tertinggal dan termiskin, telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Langkah itu, dilakukan agar pembangunan di kabupaten yang dipimpinnya mendapat perhatian serius. Terbukti dengan dikabulkannya banyak usulan pembangunan di Aceh Singkil, baik dari pemerintah pusat maupun Aceh.

Kata Bupati, tidak apa-apa daerahnya disebut miskin demi mendapatkan porsi anggaran besar dari APBN dan APBA. Sebab jika terus mengandalkan APBK nilainya sangat kecil, tidak mungkin pembangunan tercapai sesuai target.

"Hanya Aceh Singkil di Aceh satu-satunya daerah tertinggal dan termiskin. Tidak apa-apa dibilang miskin, tapi kita banyak uang. Pepatah itu, saya dapatkan dari seorang profesor yang mengatakan kalau tidak ada uang di kantong bodoh kita semua," ujar Bupati.

Malah sebut Safriadi, saat ini banyak daerah lain ingin meniru Aceh Singkil, menjadi daerah miskin. Tujuannya sama agar mendapat perhatian serius dari penerintah. "Tapi sayang tidak bisa lagi sudah tutup, selamat tinggal," ujar pengusaha sukses tersebut setengah berseloroh.

Sementara itu, musyawarah ke III Fapdamin, agendanya pemilihan pengurus periode 2015-2017. Pembukaan dihadiri Wakil Walikota Subulussalam, Salmaza, Kapolres Aceh Singkil, AKBP M Ridwan dan ribuan alumni pesantren Darul Muta'alimin Tanah Merah serta undangan lainnya.(de)



Thursday, 5 November 2015

Sumur Minyak Tradisional Terbakar, 1 Tewas

Redaksi     00:58    
Ilustrasi
Aceh Timur - Sebuah sumur pengeboran minyak yang dikerjakan secara tradisional terbakar Senin (2/11). Akibatnya satu orang tewas dan 2 orang lainnya mengalami luka bakar sekujur tubuh.

Sumur pengeboran minyak itu berada di desa Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Kejadiannya sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Dugaan sementara kebakaran itu berasal dari percikan api alat las yang tengah digunakan untuk memperbaiki alat bor. Percikan api itulah kemudian menyambar dan terjadi musibah tersebut.

Akibatnya, 1 orang tewas bernama Asni (50) setelah mendapat perawatan di rumah sakit Graha Bunda, Idi Rayeuk. Bahkan korban yang meninggal sudah sempat dioperasi dan mendapat perawatan selama satu hari. Sedangkan 2 lainnya mengalami luka bakar di sekujur tubuh masing-masing Yusriadi (43) dan Hana (48).

Salah seorang korban, Yusriati mengaku, pada saat musibah itu ia bersama dengan 2 orang rekannya sedang tidur di sebuah gubuk kecil. Jaraknya sekitar 10 meter dari tempat kejadian. Api cepat membesar setelah terjadi ledakan, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

"Waktu itu kami ya lagi tidur, tiba-tiba saja sudah terbakar semua,” kata Yusriati, Selasa (3/11) via telepon genggamnya.

Katanya, baru kemudian datang satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api baru bisa dijinakkan 30 menit kemudian.[acl]


Keuchik Labuhan Bakti Didesak Mundur

Redaksi     00:53    
Ilustrasi
Simeulue -Warga Gampong Labuhan Bakti, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue meminta Kecuchik (Kepala Desa) Labuhan Bakti berinisial IF turun dari jabatannya. IF dinilai tidak transparan mengelola dana Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) tahun 2014. 

Desakan pemberhentian IF tersebut tidak hanya dengan menggelar rapat di tingkat Gampong Labuhan Bakti, tetapi juga dengan menyurati Camat Teupah Selatan. Surat permintaan kepada Camat, dilayangkan pada 12 Oktober 2015 denga No. i40/07/BPD-LBT/2015.

Isi surat yang ditandatangani enam anggota Badan Pemerintahan Desa (BPD) tersebut, meminta agar Camat Teupah Selatan segera memberhentikan IF dari jabatan Keuchik Labuhan Bakti. Dalam surat itu mereka juga menjelaskan tentang kinerja IF.

Kepala BPD Labuhan Bakti Afrizal mengatakan, alasan warga meminta IF dari Keuchik Labuhan Bakti karena tidak dapat mempertangung jawabkan Rp 7,7 juta dari Rp 80 juta dana BKPG Labuhan Bakti tahun 2014. Dana Rp 80 juta tersebut mestinya difungsikan untuk pengerasan badan jalan di desa setempat sepanjang 200 meter dan lebar 3 meter.

“Namun realisasi di lapangan, panjang jalan yang dibuat hanya 180 meter dan lebar 2 meter. Warga meminta agar IF bertanggungjawab atas kekurangan volume proyek jalan tersebut. Tetapi IF tidak menjelaskannya kepada warga desa secara transparan,” kata Afrizal.

Camat Teupah Selatan Sofyan Andra mengatakan setelah menerima surat dari warga yang meminta IF diberhentikan dari Keuchik Labuhan Bakti, Ia langsung menyarakan warga dan IF menjalankan mediasi lebih dahulu agar masalah selesai tanpa polemik.

"Namun mediasi ternyata tidak berjalan maksimal, apalagi kami menilai IF ini orangnya agak begitu arogan bahkan staf saya saja dimarahi sama dia. Karena mediasi buntu, sehingga surat dari desa sudah kita teruskan kepada Bupati Simeulue," kata Sofyan. [jp].


| Haba Daily  

Korban Banjir Bandang Buluhseuma Antri Minta Jatah Makan

Redaksi     00:06    
Pengungsi Banjir Bandang Buluhseuma
SINGKIL - Korban banjir bandang di Desa Buluhseuma, Suro, Aceh Singkil, Rabu (4/11/2015) sore, anteri minta jatah makan di dapur umum yang di dirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hal itu dilakukan, lantaran warga belum bisa memasak sendiri, akibat rumahnya terkena banjir.

Menurut Kepala BPBD Aceh Singkil, Sulaiman, ada sekitar 78 keluarga mengungai saat banjir bandang. Dengan total jiwa yang terdampak musibah sekitar 400 orang.

Banjir bandang terjadi akibat meluapnya sungai Buluhseuma. Sungai itu, persis melintas di belakang pemukiman warga. (*)


Mendagri Tolak Pergantian Sulaiman Abda dari Wakil Ketua DPR Aceh

Redaksi     00:03    
Sulaiman Abda
BANDA ACEH - Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dengan tegas menolak pergantian Drs H Sulaiman Abda, MSi dari posisi Wakil Ketua DPR Aceh untuk diserahkan kepada Muhammad Saleh sebagaimana tertuang dalam surat pengantar Wakil Gubernur Aceh, 3 Oktober 2015.

Salah satu alasan penolakan Kemendagri tersebut adalah turut memperhatikan kondisi faktual bahwa Mahkamah Agung pada 20 Oktober 2015 telah memutuskan perkara pada tinggkat kasasi terkait kepengurusan Partai Golkar, yang menurut Kemendagri, memerlukan tindak lanjut dalam pelaksaan putusannya.

"Sehubungan dengan hal tersebut untuk menghormati penyelesaian hukum yang sedang berlangsung, proses pemberhentian Sdr. Drs H Sulaiman Abda, MSi dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR Aceh belum dapat ditindaklanjuti," demikian bunyi surat Kemendagri yang ditandatangani Dirjen Otonomi Daerah, DR Sumarsono, MDM.

Surat yang ditujukan Kepada Gubernur Aceh dengan tembusan Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, dan Ketua DPRA tersebut bernomor: 161.11/5301/OTDA, tertanggal 2 November 2015.(*)




Sunday, 2 November 2014

Jalan Gunung Paro Putus Total

Redaksi     17:31    
Aceh Besar, Jalur darat Banda Aceh-Calang putus total karena badan jalan di Gunung Paro dilaporkan amblas sehingga tidak bisa lagi dilintasi sama sekali. Hujan masih terus mengguyur, termasuk di ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Keadaan Jalan
Seperti yang dilansirkan aceh.tribunnews.com, Minggu (2/11/2014). Capt Supriadi dari Kantor SAR Banda Aceh melaporkan, badan jalan di Km 37 Gunung Paro putus total karena ablas. Alat berat dari arah Banda Aceh yang akan melintas membersihkan material longsor tak bisa lagi mencapai titik lokasi longsor karena badan jalan putus. 

"Jangankan mobil, sepeda motor pun tak bisa melintas lagi. Tolong sampaikan informasi ini ke masyarakat agar menunda perjalanan melewati Gunung Paro," lapor Capt Supriadi.

Tim Basarnas dari Kantor SAR Banda Aceh saat ini sedang berjalan kaki dari titik pemberhentian armada untuk mengevakuasi 30 penumpang angkutan yang terjebak di beberapa titik longsor. 

"Kami harus berjalan kaki sejauh lima kilometer untuk proses evakuasi," kata Supriadi.




© 2011- | Haba IMM Banda Aceh.
Designed by