Showing posts with label Jendela. Show all posts
Showing posts with label Jendela. Show all posts

Saturday, 14 November 2015

IMM: Penceramah Seharusnya Mengutamakan Ilmu, Bukan Guyon

Redaksi     23:28    
Ustad Maulana 
Jakarta - PENDAKWAH seharusnya memilah kosa kata, mana yang pantas disampaikan dan mana yang tidak. Terlebih jika dirinya sebagai public figur.

Pendakwah yang hanya menghibur dan mengajak jamaahnya tertawa, lebih layak dengan tittle pelawak.

Demikian dikatakan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Beny Pramula kepada Islampos, Jum’at (13/11/2015) di Jakarta.

Beni mengatakan, sebagai selingan agar tidak monoton, guyon boleh-boleh saja, tapi jangan buat umat salah memahami Islam.

“Seorang ulama seharusnya memberi pencerahan kepada umat dengan keilmuannnya. Bukan seperti selebritis, sekedar entertain atau hiburan, yang lebih banyak guyonnya daripada muatan dakwahnya,” kata Beny.

Belum lama ini pernyataan kontroversial diucapkan oleh Ustadz Muhammad Nur Maulana saat berceramah di acara “Islam itu Indah” di Trans TV.

Ustad kelahiran Makassar, 20 September 1974 ini menyatakan, bahwa ketika menjelaskan tentang kepemimpinan tidak diharuskan berbicara tentang agama.

Sebelumnya Nur Maulana juga pernah mendapatkan kritikan lantaran menaiki mimbar saat memberikan ceramah. Hal itu membuat beberapa netizen mengungkapkan kritikannya pada Ustad Maulana.

Sontak pernyataan Nur Maulana dikecam para netizen di media sosialfacebook. Termasuk dari Ketua Umum IMM, Beny Pramula.

Ia mengajak Ustadz Maulana agar belajar lagi tentang kepemimpinan dalam Islam.

“Penceramah ini juga harus menyatakan permintaan maafnya melalui televisi dimana ia tampil. Jika tidak mau minta maaf, IMM bersama aktivis Islam lainnya akan menyampaikan mosi tidak percaya pada Ustadz Maulana dan stasiun TV tersebut.”

Dikatakan Beny, memilih pemimpin muslim itu wajib. Karena itu, umat Islam hendaknya tidak memilih pemimpin yang non muslim. Tentu pemimpin yang dipilih, bukan semata muslim, tapi juga yang amanah, adil, dan mengedepankan kepentingan umat.


Wednesday, 11 November 2015

Buntut Penolakan Pendirian Masjid Asy Syuhada, Warga Muslim Mengungsi

Redaksi     19:45    
Aparat Kodim menjaga keamanan dalam aksi massa menolak mushollah dan masjid
Sulut - Ratusan orang dari organisasi massa Kristen hari Senin (09/11/2015), menghentikan pembangunan mushollah di daerah Girian Permai Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Aksi massa ini buntut penolakan massa atas rencana pembangunan Masjid Asy-Syuhada di Kompleks Aer Ujang, kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

“Massa meminta kita menghentikan pembangunan mushollah. Sebelumnya, massa juga meminta kami menutup rencana pendirian masjid, “ ujar Karmin Mayau, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Asy-Syuhada kepada seperti dilansirkan hidayatullah.com, Rabu (11/11/2015) pagi.

Karmin mengatakan, kasus ini bermula ketika bulan Mei 2015, massa menolak pendirian Masjid Asy Syuhada Kompleks Aer Ujang, kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Akibat larangan pendirian rumah ibadah ini, warga Muslim di wilayah tersebut yang jumlahnya sekitar 350 KK berinisiatif membuat mushollah sementara berbahan triplek 4 X 6. Namun massa yang mengatasnamakan dirinya Brigade Manguni, Devisi Bela Negara dan Waranai mendatangi paniyia dan menolak pendirian mushollah.

“Menurut mereka rumah ibadah apapun dilarang berdiri di lokasi tersebut, kecuali bentuknya renovasi,” ujar Karmin.

Dalam peristiwa ini sempat terjadi ketegangan yang menyebabkan beberapa warga Muslim mengungi di tempat lebih aman.
Penandatanganan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida)
Penandatanganan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida)
Karmin Mayau, bahkan mengaku pasca peristiwa ini ia banyak mendapat terror. Massa berusaha menghancurkam pagar, cendela, melempari rumahnya.

“Keluarga saya dan beberapa keluarga lain ada yang mengungsi, “ lanjut Karmin.

Menurut saksi lain, rencana pembangunan Masjid Asy-Syuhada sudah dari bulan Maret 2015. Warga Muslim sudah menyiapkan semua kelengkapan persyaratan; mulai Akta Ikrar Wakaf Tanah, Surat Rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag), Persetujuan warga (60 warga Kristen dan 90 warga Islam). Tinggal izin dari pihak kelurahan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKB).

Karmin Mayau berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa aksi fisik. Dan umat Islam bisa beribadah dengan tenang.


Sunday, 8 November 2015

Musdah Mulia: Halal Menikah Sesama Jenis

Redaksi     01:18    
Prof. Musdah
Jakarta, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Siti Musdah Mulia dikenal sebagai feminis pejuang paham kesetaraan gender. Umat Islam sempat diheJendelabohkan ketika Musdah dan timnya meluncurkan Counter Legal Draft (CLD) Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Banyak ide-ide “aneh” yang tercantum dalam CLD-KHI tersebut. Misalnya, ide untuk mengharamkan poligami, memberi masa iddah bagi laki-laki, menghilangkan peran wali nikah bagi mempelai wanita, dan sebagainya. Sejumlah profesor di UIN Jakarta sudah menjawab secara tuntas gagasan Musdah dkk. Puluhan bahkan ratusan diskusi, debat, seminar, dan sebagainya sudah digelar di berbagai tempat.

Semua itu tidak dianggap oleh Prof. Musdah. Politikus PDI Perjuangan itu tetap bertahan dengan pendapatnya. Bahkan, makin banyak ide-ide baru yang kontroversi. Pendapatnya terakhir yang menyengat telinga banyak orang adalah dukungannya secara terbuka terhadap perkawinan sesama jenis (homoseksual dan lesbian).

Inilah pernyataan Musdah dari berbagai sumber dalam sebuah makalah ringkasnya yang berjudul “Islam Agama Rahmat bagi Alam Semesta”, dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini menulis:

Menurut hemat saya, yang dilarang dalam teks-teks suci tersebut lebih tertuju kepada perilaku seksualnya, bukan pada orientasi seksualnya. Mengapa? sebab, menjadi heteroseksual, homoseksual (gay dan lesbi), dan biseksual adalah kodrati, sesuatu yang given atau dalam bahasa fikih disebut sunnatullah. Sementara perilaku seksual bersifat kontruksi manusia. Jika hubungan sejenis atau homo, baik gay atau lesbi sungguh-sungguh menjamin kepada pencapaian-pencapaian tujuan dasar tadi maka hubungan demikian dapat diterima. (Sumber: Majalah Tabligh DTDK PP Muhammadiyah, 2008)

Mantan Timses Jokowi ini memang sangat berani dalam menyuarakan pendapatnya, meskipun sangat kontroversial dan mengejutkan banyak orang. Dia tentu paham bahwa isu homoseksual dan lesbian adalah hal yang sangat kontroversial, bahkan dilingkungan aktivis liberal sendiri. Banyak orang yang berpendapat agenda pengesahan perkawinan sejenis ini ditunda dulu, karena waktunya masih belum tepat.

Tapi, Musdah tampaknya bersikukuh dengan pendapatnya. Ia tetap bersuara tentang kehalalan dan keabsahan perkawinan sesama jenis. Tidak heran jika pada 7 Maret 2007 pemerintah Amerika Serikat menganugerahinya sebuah penghargaan “International Women of Courage Award”.


Sunday, 20 September 2015

Pernikahan Gay, Terlaknat!

Redaksi     11:11    
Pernikahan Gay Bali | hariandepok.com
Baru baru ini, publik dibuat heboh dengan adanya pernikahan sesama jenis yang dilangsungkan di Bali. Seolah, kaum gay yang menikah tersebut ingin memproklamirkan diri sebagai pasangan gay yang berhasil menyatukan cinta mereka dalam pernikahan. Banyak yang kontra. Namun banyak juga yang mendukung dengan alasan, itu pilihan hidup masing masing orang dan kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk jatuh cinta kepada seseorang. Atas nama cinta, atas nama kebebasan, semua orang berhak melakukan apapun dan kapanpun.

Benarkah?? sepenting itukah cinta pada manusia hingga harus dijunjung tinggi dan mengesampingkan semua aturan? Sejatinya, setiap manusia dibekali fitrah oleh Allah Swt. Salah salah satunya adalah naluri mencintai dan dicintai. Akan tetapi, ketika setiap manusia memiliki fitrah tersebut tidak lantas bisa menyalurkannya sembarangan. Islam memiliki aturan tegas dalam hal tersebut.

Perilaku menyimpang LBGT sangatlah dibenci dalam Islam. Agama Islam sendiri telah tegas mengharamkan dan melaknat LGBT apalagi perkawinan sesama jenis. Perbuatan mereka dilaknat Allah Swt dan negara Khilafah akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku homoseksual dengan menghukum mati mereka. Islam menjelaskan bahwa hikmah penciptaaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah untuk kelestarian jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya (QS. an-Nisa [4]: 1).

Perilaku seks yang menyimpang seperti homoseksual, lesbianisme dan seks di luar pernikahan bertabrakan dengan tujuan itu. Islam dengan tegas melarang semua perilaku seks yang menyimpang dari syariah itu. Islam mencegah dan menjauhkan semua itu dari masyarakat. Sejak dini, Islam memerintahkan agar anak dididik memahami jenis kelaminnya beserta hukum-hukum yang terkait. Islam juga memerintahkan agar anak pada usia 7atau 10 tahun dipisahkan tempat tidurnya sehingga tidak bercampur. Islam juga memerintahkan agar anak diperlakukan dan dididik dengan memperhatikan jenis kelaminnya. Sejak dini anak juga harus dididik menjauhi perilaku berbeda dengan jenis kelaminnya.

Islam melarang laki-laki bergaya atau menyerupai perempuan, dan perempuan bergaya atau menyerupai laki-laki. Nabi Saw melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki (HR. al-Bukhari). Nabi Saw juga memerintahkan kaum muslim agar mengeluarkan kaum waria dari rumah-rumah mereka. Dalam riwayat Abu Daud diceritakan bahwa Beliau Saw pernah memerintahkan para sahabat mengusir seorang waria dan mengasingkannya ke Baqi’.

Dengan semua itu, Islam menghilangkan faktor lingkungan yang bisa menyebabkan homoseksual. Islam memandang homoseksual sebagai perbuatan yang sangat keji. Perilaku itu bahkan lebih buruk dari perilaku binatang sekalipun. Di dalam dunia binatang tidak dikenal adanya pasangan sesama jenis. Islam memandang homoseksual sebagai tindak kejahatan besar. Pelakunya akan dijatuhi sanksi yang berat.

Nabi saw. bersabda: Siapa saja yang kalian jumpai melakukan perbuatan kaum Nabi Luth as., maka bunuhlah pelaku dan pasangan (kencannya). (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah).

Dengan sanksi itu, orang tidak akan berani berperilaku homoseksual. Masyarakat pun bisa diselamatkan dari segala dampak buruknya.


Hafidhah Silmi
Aktivis Lembaga Dakwah Sekolah
Kabupaten Magetan, Jawa Timur.


  | suara-islam.com   

Monday, 3 August 2015

Musdah Mulia: Sekolah Islam Harus Dikurangi, Agar Terorisme Tak Berkembang

Redaksi     23:56    
Musdah Mulia
Musdah Mulia Politikus asal PDIP dan juga salah satu tokoh JIL tersebut menyatakan dan kembali mengeluarkan gagasan yang kontroversial. Jika pendidikan Islam dan sekolah Islam di Indonesia harus dikurangi agar perkembangan terorisme di Indonesia bisa dibendung.

Menurut Musdah Mulia, pendidikan Islam dan sekolah Islam yang berkembang ditakutkan akan memunculkan orang jihad lainnya seperti “Nurdin M Top”

Musdah menyarankan agar sekolah Islam seperti Muhammadiyah atau sekolah pesantren untuk dikurangi dan kalau bisa disamakan dengan sekolah kristen yang dikatakannya masih sangat jarang.

“Mungkin sekolah Islam harus dikurangi, ini sangat penting agar generasi Indonesia kedepannya semakin baik, jadi tidak berkembang lagi terorisme di negeri ini,” ujar Musdah Mulia.

Musdah Mulia mengharapkan agar sekolah kristen dan islam akan berdiri sama rata. Tidak hanya itu saja, Musdah Mulia juga sebelumnya pernah mengatakan bahwa pembelajaran agama islam sebaiknya ditiadakan saja. Pernyataannya ini pun langsung menuai banyak kecaman.(dbs)


| sharia.co.id  

Friday, 22 May 2015

Freemasonry di Kafe Putra Jokowi

Redaksi     11:30    
Kafe Markobar milik putra sulung Jokowi.
Organisasi rahasia Yahudi ini telah beroperasi dan mencengkeramkan pengaruhnya sejak zaman Hindia Belanda.

Kafe Markobar adalah singkatan dari kafe Martabak Kottabarat. Kafe milik putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang berada di sebelah barat Solo Grand Mall kini ramai didatangi pengunjung. Sebelumnya, kafe ini telah membuat gempar jagad dunia maya. 

Betapa tidak, di salah satu dinding di dalam kafe itu terpampang jelas sebuah gambar segitiga menyerupai piramida lengkap dengan simbol mata satu di bagian atas. Meski tak sama persis, gambar itu hampir mirip dengan gambar piramida dan mata satu yang ada dalam pecahan uang satu dollar Amerika. Apalagi bila “diotak-atik” tulisan “YES YOU CAN” yang berada di samping gambar mata satu itu ternyata menyimpan makna atau gambar tersembunyi simbol “Bintang David (Daud)” yang dipakai Zionis Israel.

Tulisan “YES YOU CAN”, jika di singkat menjadi huruf “YYC”. Selanjutnya jika fontasi huruf “YYC” diubah dengan fontasi ‘Wingdings’, tampak gambar dua simbol Bintang David dan satu ‘acungan jempol’.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta KH Ali Mustafa Ya’kub misalnya. Ia termasuk orang yang tidak percaya bila gambar tersebut hanya persoalan seni. Menurut Musthofa itu adalah gambar Zionisme."Kalau seni, lebih banyak orang mengenal seni Jawa," katanya.

Kyai ahli hadits itu menyebutkan bila Protokol Zionisme sudah dirancang sejak 1895 di Bassel, Swiss, dan semua kejadian itu sudah direncanakan oleh kelompok Yahudi tersebut. "Anda baru tahu di Indonesia banyak agen Zionis?"tanyanya. 

Agen Zionis, kata Kyai Musthafa kini telah betebaran di Indonesia, dengan segala profesi. Karena itu, kalau tiba-tiba muncul simbol Illuminati di Indonesia, ia tidak kaget. 

Mendapat sorotan, gambar di kafe itu belakangan dihapus. Meskipun Gibran tetap menampik bila logo Dajjal yang dia pasang di tempat usaha yang dijalankan bersama seorang temannya, Arif Setyobudi itu terkait Illuminati atau gerakan Freemasonry.

"Mata satu atau mulat satu di Markobar mempunyai arti penyatuan visi dan misi antara saya dan Arif. Satu bahasa dan satu pandangan dalam menjalankan bisnis ke depan," kata Gibran seperti dikutip Merdeka.com, Selasa (12/05).

Sementara lambang segi tiga di sekeliling mata tersebut, kata Gibran, adalah tanda dibukanya cabang ketiga usaha barunya tersebut. "Segitiga, cabang SGM adalah cabang ketiga dan merupakan pondasi sebelum Markobar kami luncurkan keluar kota," terangnya.

Sedangkan jas dan kemeja rapi yang dikenakan, menunjukkan sebuah keseriusan dalam membangun usaha. "Kata 'YES YOU CAN' bukan mengacu pada presiden Obama. Kata 'YES YOU CAN' adalah sebuah optimisme, semangat dan harapan," katanya lagi.

Jejak Freemasonry di Indonesia

Bagi banyak kalangan, jejak Freemasonry di kafe Markobar bukanlah sesuatu yang baru. Pasalnya, keberadaan organisasi ini sudah ada sejak jaman kolonialisme. Sedikit karya tulis yang mem-‘blejeti’ keberadaan Freemasonry adalah buku karya Dr Th Steven berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan dan buku berjudul “Freemansory from Radermacher to Soekanto 1762-1961” karya Paul van Der Veur. 

Radermacher yang bernama lengkap Jacobus Cornelis Matthieu Redemacher adalah orang Belanda pertama kali yang mendirikan loji Freemasonry, La Choisie (Terpilih) di Batavia pada 1762. Loji ini bahkan disebut sebagai loji pertama di Asia. Sementara Soekanto adalah Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo, seorang bangsawan Jawa sekaligus Kepala Kepolisian Republik Indonesia pertama yang juga seorang anggota Freemasonry. Nama Soekanto sekarang ‘diabadikan’ sebagai nama rumah sakit Bhayangkara di Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Ahli sejarah sekaligus pakar Zionisme, Ridwan Saidi dalam artikelnya “Jejak Sejarah (Zionis) Yahudi di Indonesia” menyebutkan, gerakan Zionis internasional Freemasonry didirikan di Inggris pada 1717. Orang Yahudi lebih suka menyelubungi aktivitas mereka dengan selimut perkumpulan teosofi yang bertujuan “kemanusiaan”. Pengumpulan dana dipusatkan di New York. Sejak 17 November 1875, pimpinannya adalah seorang Yahudi di Rusia, Nyonya Blavatsky.

Jurnal The Theosofist yang diterbitkan di New York, kata Ridwan, pada terbitan tahun 1881 menyiarkan kabar bahwa Blavatsky mengutus Baron van Tengnagel untuk mendirikan loji, rumah ibadat kaum rijmetselarij (Freemasonry) di Pekalongan.

Ridwan menjelaskan, Pekalongan dipilih karena sejak 1868 berubah status dari desa menjadi kota, di samping dikenal sebagai kosentrasi santri di Jawa Tengah. Loji didirikan tahun 1883, tetapi tidak berkembang karena reaksi keras masyarakat berhubung praktik ritualisme mereka, yaitu memanggil arwah. Karena itu, penduduk menyebut loji sebagai gedong setan (rumah setan). 

Pengalaman Pekalongan memaksa mereka mengalihkan kegiatan ke Batavia. Dua loji besar didirikan di Jalan Merdeka Barat (sebelumnya bernama Blavatsky Straat), dan Jalan Budi Utomo (sebelumnya bernama Vrijmetselarijweg). Dua loji itu, di samping loji yang didirikan di Makassar, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, menjadi pusat kegiatan ritual saja, untuk Yahudi Belanda dan Eropa, yang bekerja di Hindia Belanda di sektor birokrasi VOC/Pemerintah Hindia Belanda, dan swasta. Hindia Belanda dianggap negeri yang aman sebagai wilayah operasi mereka, karena penduduk menganggap Yahudi Belanda/Eropa sebagai orang Nasrani. Di samping itu, Gubernur Hindia Belanda selalu menjadi pembina Rotary Club.

Aktivitas ritual belaka berujung pada kebuntuan: gerakan zionis jalan di tempat. Maka, gerakan Zionisme internasional untuk Asia, yang berpusat di Adyar, India, pada 31 Mei 1909 mengutus Ir. A.J.E. van Bloomenstein ke Jawa.

Untuk mengubah pola pergerakan, pada 12 November 1912 Bloomenstein berhasil mendirikan Theosofische Vereeniging (TV), yang kemudian mendapatkan rechtpersoon, pengakuan, dan dimuat dalam Staatblaad No. 543.

TV bekerja di kalangan intelektual dan calon intelektual bumiputra. TV pun membiayai Kongres Pemuda I, 1926. Kongres itu bahkan digelar di loji Broederkaten di Vrijmetselarijweg. Akibatnya, ormas pemuda memboikot kongres itu, dan reaksinya adalah, pada 27 dan 28 Oktober 1928 ormas pemuda menggelar Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

Dalam dunia bisnis, orang Yahudi di Jakarta menguasai pusat bisnis elite di Pasar Baru, Jalan Juanda, dan Jalan Majapahit. Mereka menguasai perdagangan permata, jam tangan, dan kacamata. Pusat hiburan elite di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia. Akhirnya, Batavia menjadi salah satu kota Zionis yang terpenting di Asia.

Maka, tidak mengherankan ketika Jepang sebagai sekutu Jerman merebut Indonesia dari tangan Belanda, Jepang melakukan kampanye antizionis itu. Tokoh-tokoh zionis Hindia Belanda, seperti Ir. Van Leeweun, dikirim ke kamp tahanan dan tewas di situ. Kesadaran antizionis juga merebak di kalangan rakyat. Dr. Ratulangi pada Maret 1943 memimpin rapat raksasa di Lapangan Ikada, mengutuk Zionisme.

Usaha menghidupkan lagi gerakan Zionisme masih dilakukan pascakemerdekaan. Pada 14 Juni 1954, berdiri Jewish Community in Indonesia, dipimpin Ketua F. Dias Santilhano dan Panitera I. Khazam. Di dalam anggaran dasarnya dinyatakan, perkumpulan itu merupakan kelanjutan dari Vereeniging Voor Joodsche Belangen in Nerderlandsch-Indie te Batavia, yang berdiri pada 16 Juli 1927.

Setelah berdirinya loji-loji Freemasonry yang mulai banyak berkembang di Indonesia, masyarakat mulai resah dengan keberadaan gedung tersebut, bahkan oleh kaum pribumi gedung itu disebut pula sebagai “Rumah Setan” dimana mereka selalu melakukan ritual kaum Freemason yang disebut sebagai pemanggilan arwah orang mati.

Pada Maret 1950, Presiden Sukarno memanggil tokoh-tokoh Freemasonry Tertinggi Hindia Belanda yang berada di Loji Adhucstat (sekarang Gedung Bappenas, Menteng) untuk mengklarifikasi hal tersebut. Di depan Sukarno, tokoh-tokoh Freemasonry ini mengelak dan menyatakan jika istilah setan mungkin berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap Sin Jan (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci kaum Freemasonry. Walau mereka berkelit, namun Sukarno tidak percaya begitu saja.

Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Sukarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala derivatnya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Club, dan Bahaisme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun, 38 tahun kemudian saat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi presiden Indonesia, dia mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loji (Loji Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization of Rosi Crucians (AMORC) menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia. Wallahu a’lam.



  | suara-islam.com  

© 2011- | Haba IMM Banda Aceh.
Designed by